Kenapa kita perlu mengelola keuangan keluarga?
Karena keluarga yang bahagia, tidak lepas dari kemampuan orang tua dalam mengelola keuangan keluarga. Berapapun pendapatan orang tua, dengan pengelolaan yang baik, bisa membuat kebutuhan hidup keluarga terpenuhi dan masa depan lebih terencana.
Bebas finansial menjadikan orangtua lebih bahagia. Terutama bila diikuti dengan rasa syukur tentunya. Dengan kebebasan finansial tersebut, orangtua juga akan lebih bermanfaat bagi sesama, dan tentu saja dapat lebih banyak berbagi. Itulah kebahagiaan yang hakikiii.
Apa saja kriteria bebas finansial?
- Tidak punya masalah dengan cashflow bulanan
- Bebas dari hutang konsumtif
- Punya rumah tinggal, KPR lunas
- Siap dengan dana darurat
- Punya investasi dan tabungan untuk menikmati hidup – liburan, kuliner, dsb
Bagaimana cara tahu kondisi keuangan keluarga kita saat ini?
Lakukan financial checkup. Tekan tombol dibawah untuk info lebih lanjut tentang financial checkup.
Hampir sama dengan general checkup yang kita lakukan di Rumah Sakit, fungsi financial checkup adalah untuk mengetahui apakah yang kita lakukan selama ini sudah benar, apakah kita sehat secara finansial atau tidak, serta untuk menentukan apa yang harus dilakukan selanjutnya sesuai kondisi kita.
Kembali ke topik bebas finansial, salah satu tandanya adalah tidak ada masalah dengan cashflow. Artinya tidak mengalami “besar pasak daripada tiang”.
Bagaimana cara mengatur cashflow bulanan?
- Buat tujuan keuangan – jangka pendek, menengah, panjang
- Buat anggaran bulanan
- Buat rekening terpisah / metode amplop
- Monitor secara berkala
- Pakai kalkulator finansial
Contoh Tujuan Keuangan Keluarga Bunda Dina
- Jangka Pendek : Umroh, renovasi rumah, penyiapan dana darurat
- Jangka Menengah : Pelunasan haji, pelunasan KPR
- Jangka Panjang : Menyiapkan dana pendidikan anak, menyiapkan dana hari tua
Setelah dibuat tujuan / target keuangan, tuliskan berapa nominal yang dibutuhkan dan berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai target tersebut.
Contoh tujuan : Pelunasan KPR.
Yang pertama harus diketahui adalah berapa sisa pinjaman KPR tersebut, misalnya 90 juta. Langkah kedua membuat target berapa lama KPR akan dilunasi, misal 3 tahun. Selanjutnya kita cari sumber pelunasan tersebut, di kasus ini misalnya dari bonus tahunan. Ok, berarti selama 3 tahun ke depan, setiap ada bonus kinerja dari kantor tempat bekerja, kita sisihkan sebanyak 30 juta untuk melunasi KPR tersebut. Dengan adanya target ini otomatis akan menggerakkan kita untuk mengarah ke tujuan tersebut, dengan lebih sistematis. Dan tenang saja, semesta pasti akan mendukung niat baik kita.
Membuat anggaran - Bagaimana caranya?
Di bawah ini prioritas dalam membuat anggaran =
- Bayar pajak & hutang – 10%
- Beramal – 10%
- Berinvestasi – 25%
- Kebutuhan hidup – 45%
- Memenuhi keinginan – 10%
Ingat ya, urutan prioritas dari nomor 1 sampai dengan nomor 6, jadi jangan dibalik, memenuhi keinginan & kebutuhan dulu, baru berinvestasi.. wah bisa-bisa sudah habis anggarannya, gak jadi investasi deh ..
Di atas adalah contoh ideal persentase pembagian anggaran, kita sesuaikan dengan kondisi keuangan keluarga masing-masing tentunya. Gunakan metode pemisahan rekening / metode amplop untuk mempermudah.
Monitor berkala pengaturan cashflow yang kita lakukan, minimal sekali dalam 1 tahun, serta gunakan kalkulator finansial untuk mempermudah kita.
Bagaimana membebaskan diri dari hutang konsumtif ?
Cara yang pertama tentu saja, akui bahwa kita punya hutang. Buat daftar hutang, dan mulailah lunasi. Mulai dari hutang paling kecil. Lanjutkan dengan melunasi hutang dengan bunga yang paling tinggi, contoh kartu kredit dan KTA / kredit tanpa agunan.
KPR / Kredit Pemilikan Rumah, bukan termasuk kredit konsumtif. Namun, dengan terbebasnya anda dari KPR rumah yang anda miliki dan menjadi tempat tinggal anda saat ini, artinya anda telah memenuhi salah satu tanda bebas finansial. Ketenangan hati yang didapat ketika sudah tidak ada cicilan KPR, nikmatnya sungguh tiada tara. Jadi please.. jangan tergoda untuk top up kredit KPR. Apalagi top upnya untuk hal-hal yang bersifat konsumtif seperti membeli mobil ataupun renovasi rumah.
Cara untuk menyiapkan dana darurat, serta investasi jangka panjang (dana pendidikan dan hari tua) akan dibahas di artikel berikutnya ya..
Babega Finance – Tips Simpel Atur Keuangan Keluarga
Perencanaan Dana Pendidikan
Biaya sekolah kok mahal banget ya sekarang? Anakku banyak lagi… Siapin dana pendidikannya berapa? gimana caranya?
Artikel lain
Dana Darurat ? Apaan Tuh
Duh, masa pandemi ini pengeluaran meningkat padahal pemasukan berkurang. Untung punya dana darurat. Hati tenang, keluarga pun aman
