Alhamdulillah ada dana darurat..
Bunda jaman now (2020) pasti merasakan arti pentingnya dana darurat.
Mendadak, wabah Covid-19 menyebar dengan cepat, semua orang panik karena Covid bisa menyerang siapapun. Apalagi korban meninggal dunia juga tidak sedikit. Pemerintah pun mulai membatasi kegiatan masyarakat. Penghasilan menurun drastis, bahkan banyak karyawan mendadak di-PHK. Sebagian besar orang melakukan pekerjannya dari rumah, bahkan anak-anak pun belajar dari rumah. Alhasil, tagihan listrik, internet/kuota, makanan dan biaya operasional di rumah pun meningkat drastis. Bahkan hampir tiap hari kurir memanggil dari balik pagar rumah, “Pakeeeet…”.
Nah, pendapatan yang menurun, sementara pengeluaran justru meningkat, membuat kita mulai bertanya-tanya, duh ini sampai kapan yaa… bisa bertahan gak yaaa.. Duh andaikan punya dana darurat..
Di masa krisis seperti saat inilah, akan terlihat seberapa kuat kondisi keuangan kita, dan seberapa pentingnya dana darurat untuk keluarga kita.
Tapi apa sih dana darurat itu? Apa bedanya dengan dana yang ada di tabungan kita sekarang?
Dana darurat adalah suatu dana terpisah yang khusus disiapkan untuk menghadapi keadaan darurat, seperti terjadinya PHK dari pencari nafkah, kebutuhan biaya karena sakit, biaya bantuan untuk keluarga, kondisi peralatan rumah tangga penting rusak dan kondisi krisis ataupun bencana lainnya.
Poin pentingnya di kata “terpisah” ya.. karena dana darurat hanya diambil ketika terjadi kondisi darurat seperti contoh di atas.
Gimana sih, dana darurat yang ideal itu ?
Dana darurat idealnya dikumpulkan setiap bulan dari penghasilan yang diterima. Cara mudahnya, kita sisihkan 5% dari pendapatan untuk dikumpulkan sebagai dana darurat. Secara umum, setiap keluarga sebaiknya punya saldo dana darurat sebesar minimal 3 kali pengeluaran rutin bulanan. Nah.. kebutuhan dana darurat ini beda-beda bagi setiap keluarga, tergantung kondisi kehidupan saat ini. Idealnya sih 12 kali pengeluaran rutin bulanan ya, apalagi kalo punya 2 anak.
Ada beberapa pilihan bagi kita untuk menyimpan dana darurat
1. Tabungan
Produk tabungan ini ideal untuk menempatkan dana darurat karena sangat likuid dan nilainya tidak berfluktuasi. Tapi ingat… terpisah dari rekening tabungan sehari-hari yang ada atmnya yaa.. minta ke CS di bank, buka rekening tabungan tanpa kartu atm.
Rendahnya suku bunga gak usah dipikirin, karena yang utama adalah akses terhadap dana darurat tersebut ketika dibutuhkan. Oiya, jumlah dana darurat di tabungan sebaiknya tidak lebih dari 3 kali pengeluaran bulanan ya..
2. Reksa Dana Pasar Uang / RDPU
Setelah saldo tabungan cukup, dana darurat berikutnya dapat disimpan di reksa dana pasar uang. Jenis reksa dana ini cukup aman, karena tidak fluktuatif nilainya. RDPU juga sangat likuid, karena sangat mudah untuk dijual kembali.
3. Emas
Apabila jumlah dana darurat masih berlebih, maka setelah tabungan dan reksa dana pasar uang, emas cukup ideal untuk menempatkan dana darurat. Emasnya dalam bentuk logam mulia alias emas batangan ya. Kenapa emas? karena emas punya kemampuan bertahan, dan sejalan dengan tingkat kenaikan harga alias inflasi. Selain itu, emas batangan juga tergolong cukup likuid.
4. Deposito
Setelah tabungan dan emas, maka berikutnya adalah deposito. Hasil keuntungan setiap bulan dari deposito sebaiknya langsung digunakan untuk menambah porsi dana darurat atau dapat juga digunakan untuk investasi di produk keuangan lain. Karena peruntukannya untuk dana darurat, depositonya pilih yang jangka waktu 1 bulan, diperpanjang secara otomatis ya..
Nah, itu tentang dana darurat ya. Kalau butuh hitungan ideal dana darurat untuk keluarga anda, dan bagaimana cara mengumpulkannya, boleh lho kontak nomer di bawah ini ..
Babega Finance – Dana Darurat – Apa dan Bagaimana ?
Perencanaan Dana Pendidikan
Biaya sekolah kok mahal banget ya sekarang? Anakku banyak lagi… Siapin dana pendidikannya berapa? gimana caranya?
Artikel lain
Tips Mudah Atur Keuangan Keluarga
Bingung cara atur keuangan? banyak orang kasih tips ini dan itu. Yang penting sih “dimulai yaa..”. Kami akan memberikan solusinya !
